Selasa, 12 Januari 2010

Menang, atau Lupakan Gelar Juara


Seusai gagal meraih poin sempurna pada laga sebelumnya kontra Persija Jakarta akhir pekan lalu, Persib Bandung tak punya pilihan lain selain harus menang atas PSPS Pekanbaru pada lanjutan Djarum Liga Super Indonesia (DLSI) 2009-2010 yang akan digelar di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Kab. Bandung, Selasa (12/1). Jika kembali gagal, Persib dapat terdepak dari jalur persaingan menuju gelar juara DLSI menyusul makin jauhnya margin poin dengan sang pemuncak klasemen sementara Arema Malang yang kini sudah mengumpulkan 30 angka.

Jajaran pelatih sudah hafal benar kondisi ini dan sekaligus mengejar target yang ditekankan manajemen untuk meraih minimal 13 poin lagi di sisa lima laga sebelum putaran pertama berakhir. Untuk itu, jajaran pelatih pun menjanjikan penampilan skuad "Pangeran Biru" kali ini akan lebih maksimal dan tak akan mengecewakan lagi.

Sejumlah pembenahan telah dilakukan, salah satunya adalah kemampuan memberikan sentuhan akhir pada setiap peluang yang dimiliki. Seperti yang tampak pada sesi latihan akhir sebelum laga, Senin (11/1) pagi, di Stadion Persib Jln. Ahmad Yani Bandung. Eka Ramdani dkk. secara khusus diasah menangkap momen yang tepat kapan harus memberikan bola kepada kawan dan kapan sang kawan harus mulai bergerak menerima bola yang diumpankan kepadanya.

"Hubungan antarpemain ini yang harus sering diasah. Memang butuh waktu tidak sebentar untuk menciptakan hubungan yang klik. Tetapi seiring dengan makin sering diasahnya kemampuan ini, koneksi antarpemain pun akan terjalin dengan sendirinya," tutur Asisten Pelatih Yusuf Bachtiar.

Menghadapi tim promosi dari Divisi Utama tersebut, Persib melakukan serangkaian pembenahan pada formasi pemainnya. Kembali bergabungnya tiga pilar yang absen saat melawan Persija, Hariono, Gilang Angga, serta Suchao Nutnum menjadi suntikan kekuatan tambahan untuk "Pangeran Biru".

Absennya Atep yang mendapat giliran memperoleh akumulasi kartu pun tidak terlalu dirisaukan. Wildansyah telah disiapkan pelatih untuk mengisi posisi lowong tersebut. Dengan kehadiran lima gelandang tersebut, Yusuf memprediksi pertarungan sengit akan terjadi di sektor lapangan tengah.

Meski tampil dengan kekuatan penuh, Yusuf meminta pemain tetap bersikap waspada. Sebab, meskipun tidak diperkuat pemain bintang, tak berarti PSPS bukan tim yang berbahaya. Keberhasilannya mencuri poin saat bertandang ke kandang Persiwa Wamena kiranya cukup menjadi salah satu bukti kalau tim tersebut bukanlah lawan yang sepele.

"Jangan sampai pemain menganggap lawan tidak berbahaya. Sebab berdasarkan pengalaman, tim-tim yang awalnya tidak dianggap berbahayalah yang justru kerap menyulitkan Persib," ucap Yusuf lagi.

Sebelumnya Pelatih Kepala Jaya Hartono pun sempat mengutarakan, pemain PSPS yang "tak punya nama" itu justru mampu memperlihatkan semangat dan motivasi tinggi yang dapat merepotkan Persib. "Boleh saja mereka tak diperkuat pemain bintang, tetapi dengan bermodal semangat, mereka bermain secara militan. Itu yang harus diwaspadai," ucapnya seraya menyebutkan Dzumafo Herman sebagai salah seorang pemain lawan yang perlu mendapat penjagaan ekstra.

Asisten Manajer PSPS Dastrayani Bibra mengakui penilaian yang diajukan Persib tersebut memang benar adanya. Berbekal 75 persen pemain muda yang memiliki keyakinan dan kemampuan kolektivitas tim yang baik, PSPS yakin dapat memberikan perlawanan kepada tuan rumah. Target mencuri satu angka dari lawatannya kali ini pun dinilai realistis untuk diwujudkan. "Persib memang tim kuat, tetapi kami akan berusaha semaksimal mungkin untuk bisa mencuri poin," katanya.

Di bawah polesan Pelatih Abdul Rahman Gurning, PSPS akan memperagakan permainan keras penuh tekanan, tetapi dengan tetap menjunjung fair play. Meski demikian, PSPS tidak akan langsung bermain terbuka, dan memilih untuk membaca terlebih dahulu pola permainan Persib sembari menjaga gawangnya tidak dibobol tuan rumah. "Dua striker Persib, Gonzales dan Hilton yang selalu ganas tiap kali berada di depan gawang akan dikawal ketat," ujarnya.

Kepolisian Resort Bandung akan menurunkan sekitar sembilan ratus personel untuk pengamanan laga ini. Kapolres Bandung Ajun Komisaris Besar Imran Yunus ketika ditemui di Mapolres Bandung, Senin (11/1) mengatakan, ia berharap agar pertandingan bisa berjalan dengan kondusif. Jika tidak, pihaknya kembali bisa mencabut izin pertandingan dengan penonton. "Rencananya semua unit akan diturunkan untuk mengawal persiapan dan jalannya pertandingan," tutur Imran.

Meskipun tidak berpotensi untuk menimbulkan risiko besar seperti pada saat menghadapi Persija pekan lalu, personel dari Polres Bandung akan dibantu oleh Polda Jawa Barat dalam melakukan pengamanan, mulai dari jalur-jalur yang akan dilalui bobotoh hingga ke stadion.

"Jika ternyata ada kerusuhan, nanti kita evaluasi, kalau memang oknum bobotoh ada yang berlaku belum dewasa, kemungkinan izin pertandingan dengan penonton tidak akan diberikan," kata Imran.

Hal tersebut dilakukan agar suporter sepak bola bisa lebih dewasa menghadapi pertandingan dengan tim lain, hingga menerima kekalahan. "Kalau suasana terus tertib, maka jalannya pertandingan bisa kondusif, yang untung kan mereka (bobotoh-red.) sendiri, bisa terus menyaksikan tim kesayangan mereka berlaga," ujarnya. (A-184/A-175)

Source: PR



0 komentar:

Posting Komentar