Kamis, 07 Januari 2010

Masih Berharap Ada Penonton


PT Persib Bandung Bermartabat (PT PBB) dan panpel Persib masih berharap adanya perubahan keputusan dari Muspida Kab. Bandung terkait izin menggelar pertandingan tanpa penonton Persib melawan Persija pada Djarum Liga Super Indonesia (DLSI), di Stadion Si Jalak Harupat, Sabtu (9/1).

Asa tersebut kembali muncul setelah pada Selasa (5/1) malam, Umuh menerima pesan singkat dari Kepala Kepolisian Resort Bandung Ajun Komisaris Besar Imran Yunus. Isinya berupa undangan kepada segenap komponen manajemen PT PBB untuk menghadiri pertemuan di Mapolwiltabes Bandung, Rabu (6/1) siang, guna membahas perihal pengamanan pertandingan. Kepala Kepolisian Daerah Jawa Barat Inspektur Jenderal Timur Pradopo direncanakan memimpin pertemuan yang juga mengundang sejumlah unsur Muspida Kab. Bandung tersebut.

Sebelum tiba pada waktu yang ditentukan, jajaran direksi PT PBB sudah hadir di Aula Mapolwiltabes. Selain Umuh, tampak pula Komisaris Ari D. Sutedi, Ketua Panitia Pelaksana (Panpel) Risha Adi Widjaya, Wakil Manajer Persib Dedy Firmansyah, jajaran direksi PT PBB serta perwakilan bobotoh.

Namun pertemuan tersebut diputuskan untuk dibatalkan. Alasannya, Bupati Bandung H. Obar Sobarna tidak dapat hadir karena harus menghadiri Musyawarah Daerah Golkar. Pembatalan tersebut diterima Umuh melalui pesan singkat yang dikirimkan oleh Kapolres Bandung Ajun Komisaris Besar Imran Yunus. Belum jelas hingga kapan pertemuan tersebut ditunda, atau justru dibatalkan sama sekali.

"Saya tidak akan menyalahkan siapa pun perihal gagal digelarnya pertemuan ini. Saya justru berterima kasih kepada Pak Kapolda yang mau memfasilitasi pertemuan ini. Mudah-mudahan sebelum pertandingan sudah ada solusi lain," ucapnya, di Markas Kepolisian Wilayah Kota Besar (Mapolwiltabes) Bandung, Rabu (6/1).

Secara khusus Umuh menyampaikan permintaan maafnya kepada segenap bobotoh karena gagal memperjuangkan keinginan yang ingin menyaksikan langsung duel yang sudah dinanti-nanti ini. Guna memfasilitasi keinginan bobotoh pun manajemen tidak lantas memutuskan untuk memindahkan pergelaran laga ke Stadion Siliwangi Bandung. Sebab sejak awal Persib sudah menyampaikan kepada PT Liga Indonesia bahwa yang mereka jadikan kandang ialah Stadion Si Jalak Harupat.

"Prosedur yang dilalui pun cukup panjang dan tidak akan cukup ditempuh dalam waktu yang singkat ini. Jadi kami tetap menggelar partai tersebut di Stadion Si Jalak Harupat sambil tetap berharap ada perubahan keputusan yang lebih baik," katanya.

Umuh mengatakan, pihaknya masih siap menerima perubahan keputusan hingga H-1. "Perihal keputusan muspida yang menolak kehadiran penonton, baru sebatas informasi lisan karena kami belum menerima surat resminya. Jadi hingga H-1 pertandingan digelar pun kami masih menunggu, siapa tahu ada perubahan," ucap Umuh penuh harap.

Ia mengatakan jika keputusan itu tidak bisa diubah, manajemen akan menyebarkan undangan tetapi untuk kalangan terbatas. Kehadiran mereka diharapkan bisa menyemangati perjuangan Eka Ramdani, dkk. di lapangan.

"Yang dilarang kan kehadiran penonton, kalau saya mengundang orang untuk datang berarti tidak apa-apa. Lagi pula PT Liga Indonesia pun tidak melarang sama sekali tentang hal ini," ucapnya.

Undangan yang diharapkan hadir ke stadion ialah para sponsorship dan mereka yang dapat bersikap tertib serta tidak melakukan hal-hal yang mengganggu keamanan dan merugikan tim

Source: PR


0 komentar:

Posting Komentar