Kamis, 28 Januari 2010

Fantastis!

Bobotoh terpuaskan dengan permainan Persib pada laga pamungkas putaran I Djarum Liga Super Indonesia (DLSI) 2009-2010. Eka Ramdani dkk. berhasil menekuk Persik Kediri 6-1 (2-0), di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Selasa (26/1).


Hasil itu mengingatkan pada prestasi Persib pada kompetisi tahun lalu, saat mengakhiri laga kandangnya dengan kemenangan sama telak 6-1. Saat itu, Persib mengempaskan Deltras Sidoarjo. Persib kini berada di peringkat ketiga dengan nilai 27 biji kemenangan.

Laga penutup ini sekaligus sebagai perpisahan Suchao Nutnum dengan bobotoh. Tak heran, jika bobotoh terus mengelu-elukan pemain asal Thailand itu sebelum dan sesudah pertandingan. Bobotoh juga memberikan penghormatan dengan tepuk tangan sambil berdiri ketika peluit panjang berbunyi tanda pertandingan berakhir. Sebagian lagi bobotoh nekat masuk ke lapangan untuk menyalami dan memberi bunga kepada Suchao.

Suchao memperlihatkan kualitas permainannya. Ia mencetak gol brilian dari tendangan penjuru pada menit ke-64. Hebatnya, dia menendang bola dengan bagian luar kaki kanan. Padahal, posisi bola saat itu berada di bagian kiri kiper Persik, Herman Batak. Bola yang datang melengkung, sempat ditepis Herman. Namun, asisten wasit II melihat bola telah melewati garis gawang, dan wasit Yandi menyatakan terjadi gol.

Pelatih Persib Jaya Hartono menyatakan, penampilan para pemain pada dua pertandingan terakhir sungguh fantastis. Proses gol dan hasil yang diperlihatkan pemain, di mata Jaya begitu sempurna sehingga secara keseluruhan, putaran pertama kali ini membuatnya puas. "Kami sudah mendapatkan bentuk permainan. Percaya diri dan mental anak-anak sudah stabil," kata Jaya.

Menurut dia, ambisinya menutup putaran pertama telah tercapai, apalagi mampu membuktikan kepada mantan tim yang pernah dia bimbing. "Penampilan seperti ini harus dipertahankan ketika menghadapi putaran kedua nanti," tuturnya.

Jaya mengaku bangga karena saat ini Persib merangkak ke papan atas klasemen DLSI. Namun, dia merasa sedih dengan hengkangnya Suchao ke Thailand. "Saat ini, lini tengah Persib terbaik di Liga Indonesia," ujarnya. Lini tengah ditempati Hariono, Eka, Suchao, Atep, dan Gilang Angga. Mereka, dinilai Jaya selalu rajin bergerak dan bisa saling menutupi.

Pelatih Persik Gusnul Yakin setuju dengan pendapat Jaya. Menurut dia, kualitas individu pemain lini tengah Persib, menjadi elemen yang kuat di lapangan karena sudah saling mengenal gaya mainnya, sehingga mereka begitu kompak.

Manajer Umuh Muchtar mengaku puas dengan penampilan Persib. Kata-kata luar biasa berulang keluar dari mulut Umuh. "Saya minta kepada anak-anak agar menganggap pertandingan tadi sebagai final. Dan hasilnya luar biasa mereka bermain bagus dan tanpa kelelahan, siap tempur. Hasil pertandingan ini harus dijadikan motivasi untuk putaran kedua," katanya.

Di samping kegembiraan yang meluap-luap itu, Umuh tidak bisa menyembunyikan kesedihan luar biasa. "Sedih sekali, padahal situasi kami sedang baik. Akan tetapi, tiba-tiba kami harus kehilangan Suchao," ucapnya.

Meski demikian, Umuh menumpukan harapannya kepada pemain baru asal Jepang, Satoshi Otomo untuk menggantikan posisi Suchao.

Menekan

Dibebani target menang agar bisa naik ke papan atas, Persib langsung melakukan tekanan. Beberapa peluang tercipta melalui Hilton Moreira dan Atep. Bola tendangan voli Hilton berhasil ditepis Herman. Tidak lama kemudian, tendangan Atep mengenai tiang gawang.

Kebuntuan gol pun pecah pada menit ke-32. Mendapat umpan dari Atep, Gonzales meneruskan bola membobol Herman. Sembilan menit kemudian, Hilton menyusul gol tambahan menjadi 2-0 setelah kembali menerima umpan dari Atep.

Persib tetap bermain agresif pada babak kedua. Menit ke-52, Nova Arianto menanduk bola ke jala Herman hingga kedudukan menjadi 3-0. Pemain belakang Persib lengah. Amarildo Souza bisa memperkecil ketinggalan setelah menerima umpan dari sayap. Kubu Persib kembali bersorak, melalui gol brilian Suchao. Dua gol terakhir Persib melalui Budi Sudarsono pada menit ke-79 dan 90. Budi masuk menggantikan Hilton pada menit ke-76.

Source: PR



0 komentar:

Posting Komentar