Selasa, 16 Maret 2010

Tak Ada Pemesanan Tiket

Hampir lebih dari 50 orang terpaksa harus tidak bisa ikut menyaksikan Persib sampai 90 menit pertandingan dengan hasil kemenangan 1-0 melawan pemimpin klasemen sementara Arema Indonesia. Kebanyakan,dari mereka pingsan akibat kehabisan nafas setelah berdesak-desakan di tribun penonton yang overload bahkan dari . Di hari ini, Persib berulang tahun yang ke-77. Suatu momen yang sayang untuk dilewatkan.

Untungnya, setelah mendapatkan perawatan medis dari tenaga medis, seluruh korban pingsan dapat langsung dipulangkan dan tidak harus dibawa ke rumah sakit.


50 lebin orang terpaksa harus mendapatkan perawatan intensif dari petugas medis yang malam itu (14/3) terlihat sangat sibuk.


Stadion Si Jalak Harupat kabarnya dapat menampung sampai dengan kapasitas 30 ribu penonton, dan tiket yang dicetak oleh panitia pelaksana pertandingan dikabarkan pula hanya berjumlah 28 ribu lembar. Namun kenyataannya, ada lebih dari 40 ribu orang yang ada di dalam stadion. Hal ini mengakibatkan seluruh tribun dalam keadaan overload.

Bahkan di masa istirahat, sebagian penonton dari berbagai tribun terpaksa harus meloncat kebawah untuk menyelamatkan diri dari kemungkinan terburuk akibat berdesak-desakan.

Sebagian besar penonton mengeluhkan banyaknya tiket keriting yang beredar, juga mudahnya menyogok petugas pintu. Apalagi, harga tiket ditangan calo yang melambung beberapa kali lipat. Sedangkan, dalam beberapa jam penjualan saja, pemesanan tiket di beberapa agen tiket langsung ludes terjual.

Seperti yang dialami oleh Dicky, bobotoh asal pangalengan yang harus mengeluarkan uang sebesar 120 ribu rupiah untuk membeli satu lembar tiket VIP. “Pada awalnya mereka menawarkan harga 200 ribu rupiah, namun akhirnya saya mendapatkan harga 120 ribu rupiah untuk satu lembar tiket VIP. Sedangkan untuk tiket tribun barat, mereka menawarkan harga 75 ribu rupiah,” katanya.

Ia, yang sampai sekarang memajang tiket Persib termahalnya itu, menyarankan agar kedepannya, panpel pertandingan Persib menyediakan layar lebar, agar para penonton yang tidak dapat masuk ke stadion dapat menonton siaran langsungnya lewat fasilitas tersebut.

Dihubungi sore hari tadi, Budi Bram selaku sekretaris panpel, mengakui bahwa pihaknya belum dapat bekerja sempurna, masih banyak yang harus dibenahi untuk mengatasi masalah yang sudah menjadi rahasia umum tersebut.

“Kami memohon maaf jika masih banyak pekerjaan panpel yang belum dapat memuaskan semuanya, namun kita sudah berusaha semaksimal mungkin untuk menyelenggarakan pagelaran ini. Untuk partai melawan Persema, kita tidak akan mengadakan pemesanan tiket yang biasanya dilakukan di stadion Siliwangi dan agen tiket lainnya beberapa hari sebelumnya. Jadi tiket akan langsung dijual di stadion Jalak Harupat dari pagi di hari pertandingan,” katanya melalui hubungan telepon.

Hal ini, sebutnya untuk meminimalisasi banyaknya tiket yang beredar ditangan calo tiket. Sayangnya, selain penjualan ini, tidak ada perubahan signifikan lainnya yang menjadi solusi agar tak ada lagi kejadian overload-nya stadion.

Panpel sebaiknya melihat contoh beberapa terobosan yang diterapkan oleh panpel Persib tahun lalu. Salah satunya yaitu dengan menerapkan sistem barcode pada tiket elektronik Persib.

Bobotoh berkewajiban untuk mengikuti aturan-aturan agar Persib masih bisa dapat terus menggelar pertandingan tanpa hukuman, dilain pihak, panpel Persib pun dituntut untuk bertindak profesional demi kenyamanan menonton yang merupakan hak pembeli tiket.

source : simamaung.com

0 komentar:

Posting Komentar