Rabu, 17 Maret 2010

Persib Akan Ganti Logo

Muncul wacana bahwa Persib akan berganti logo yang dihembuskan oleh konsorsium. Dengan berbagai perubahan yang diterapkan semenjak berganti status pengelolaan dari amatir menjadi profesional, Persib yang dikelola bersamaan antara PT PBB dengan konsorsium sebagai penyokong dana utama mempunyai sebuah blue print pengelolaan klub sepakbola.


Farhan di pertandingan Persib melawan Persisam 20/3.


Termasuk diantaranya logo klub sebagai merek dagang utama. “Saat ini kita sudah mendaftarkan hak paten tulisan Persib kepada direktorat jendral Hak Kekayaan Intelektual. Sedangkan untuk logo Persib kita tidak bisa mendaftarkanya karena saat ini logo yang dipakai adalah logo milik pemerintah kota Bandung,” kata M Farhan selaku perwakilan dari konsorsium yang menjabat sebagai wakil direktur PT PBB.

Dengan mengganti logo, diharapkan nantinya logo baru tersebut dapat didaftarkan sebagai merek dagang resmi yang dimiliki Persib. Satu yang akan optimal dari pendaftaran logo ini adalah penjualan merchandise yang sampai sekarang belum tergarap dengan baik oleh pihak PT PBB.

H Umuh Muhtar sendiri ketika disodorkan beberapa alternatif logo tersebut sempat terkaget, tanpaknya komunikasi yang kurang terjalin dengan baik antara pihak konsorsium dan H umuh sebagai direktur utama sedikit terhambat. Maka dengan alasan sejarah perjalanan Persib bersama logonya, H Umuh menolak untuk menggantinya.

“Ini hanya salah komunikasi saja. Masalah logo ini memang masih menjadi perdebatan di internal PT PBB sendiri. Namun mau tidak mau, untuk melangkah maju, kita harus mempunyai merek dagang tersendiri yang disahkan di Kementrian Hukum dan HAM RI,” katanya mengklarifikasi.

Farhan yang tidak bisa hadir pada ulang tahun Persib sewaktu melawan Arema Indonesia, berharap pada sektor manajemen bisnis, Persib bisa melangkah maju menuju ke arah industri sepakbola medern seperti yang sudah dijalankan oleh klub-klub eropa. Maka sewaktu kemarin ia ada tugas kerja ke eropa, ia sempat mengunjungi dua klub besar, yaitu Ajax Amsterdam dan Bayern Munchen untuk melihat bagaimana sistem disana dijalankan.

source : simamaung.com


0 komentar:

Posting Komentar