Maraknya perusakan sarana kereta api (KA) oleh oknum suporter sepak bola mendorong PT KA Daerah Operasi (Daop) 2 Bandung mengambil langkah tegas. Selain menyeret pelaku ke jalur hukum, Daop 2 juga akan melarang penggunaan KA sebagai alat transportasi suporter, selama tidak ada koordinasi.

"Langkah ini terpaksa kami berlakukan untuk menekan kerugian yang lebih besar. Kami juga akan menyiagakan aparat keamanan di stasiun keberangkatan setiap ada agenda pertandingan liga," ujar Kepala Humas PT KA Daop 2 Bandung Bambang S. Prayitno di Bandung, Jumat (19/3).

Sejak awal tahun sedikitnya sudah ada tiga kasus perusakan sarana KA di wilayah Daop 2, dengan nilai kerugian mencapai Rp 40 juta. Bahkan, menurut Bambang, kerugian yang diderita PT KA secara keseluruhan mencapai lebih dari Rp 700 juta.

"Kerusakan bukan hanya terjadi di wilayah Daop 2. Sebenarnya, pusat sudah mengimbau agar kami di Daop melarang pemberangkatan suporter menggunakan KA. Akan tetapi, kami masih bersikap lunak, asalkan minimal ada perwakilan mereka yang berani bertanggung jawab jika terjadi sesuatu," katanya.

Aksi perusakan, kata Bambang, dilakukan saat suporter berangkat dan pulang. Selain tindakan memecahkan kaca, sejumlah suporter juga mencoreti KA dengan tulisan Viking. Tindakan serupa juga dilakukan pada 20 Februari terhadap KA yang sama, Total, sedikitnya 36 kaca KA pecah.

"Ini murni tindakan kriminal karena mereka melakukan aksi perusakan. Kejadian ini juga sudah kami laporkan ke Polres Purwakarta untuk ditindaklanjuti. Mudah-mudahan pelakunya segera tertangkap," ujarnya, seraya menambahkan jika kerugian diderita PT KA terjadi saat pertandingan Persib melawan Persebaya.

Sejauh ini, kata Bambang, kerugian sepenuhnya ditanggung oleh PT KA. Untuk meminimalkan kerugian, ia mengaku berharap, panitia pelaksana (panpel) juga KONI selaku induk organisasi olah raga bisa melakukan kegiatan pembinaan agar suporter tidak lagi bertindak anarkistis.

"Bukan hanya kerugian finansial atau kerusakan sarana. Kejadian seperti ini juga menyisakan dampak psikologis bagi penumpang lain. Oleh karena itu, perlu ditangani serius," tuturnya.

source : persib-bandung.or.id


0 komentar:

Posting Komentar