Minggu, 28 Februari 2010

Yang Tidak Dan Yang Meyakinkan

Latihan perdana selapang penuh yang dijalankan oleh pemain Korea berusia 19 tahun, Lee Young Pyo, memberikan kesan kekecewaan pada bobotoh yang menonton pertandingan game antara Persib Bandung senior melawan juniornya berumur dibawah 21 tahun pagi ini di stadion Siliwangi, Bandung.

Beberapa teriakan kekecewaan banyak dilontarkan para bobotoh setelah beberapa kali pemain yang menggunakan nomor punggung 21 ini melakukan kesalahan. Apalagi, ia sering meninggalkan posisinya di sayap kanan yang ditugaskan pelatih Jaya Hartono padanya. Ia malah seringkali men-drible bola ke tengah sampai kejantung pertahanan lawan, bukan membawanya menyisir sisi kanan lapang. Apalagi setelah kehilangan bola, ia terlihat tidak turun kebelakang dan hanya berjalan santai.

Seringkali posisi sayap ini ditutup oleh Cucu, Edi Hafid, bahkan oleh Hilton. Sampai Jaya menginstruksikan langsung pada Edi untuk lebih melebarkan posisi bertahannya. Beberapa kali terdengar komunikasi dari pemain lainnya tentang kekacauan posisi mereka karena harus menutup ruang kosong di daerah pertahanan.

Digantinya Lee oleh Gilang Angga pada babak kedua mengisyaratkan bahwa Jaya Hartono sudah menutup pintu rekrutmen terhadap pemain yang menginginkan nilai kontrak sebesar 40 juta perbulannya itu.

Bahkan H. Umuh Muhtar yang datang melihat langsung pun menyatakan kekecewaannya.

“Sudah saya perkirakan sebelumnya, dari usianya, pemain ini masih minim pengalaman, apalagi ternyata ia bukan seorang pemain wing back. Walaupun saya belum berkomunikasi dengan pelatih Jaya, namun sudah tentu ia tidak akan kita kontrak. Kita membutuhkan pemain yang siap tempur, karena bermain di Liga Super tidaklah mudah”, kata H umuh di pinggir lapang.

Berbeda dengan Lee Young Pyo. Dua pemain muda harapan Persib, Airlangga Sucipto dan Dedi Heryanto memperlihatkan keyakinan akan masa depan mereka.

Dedi yang hanya bermain pada babak kedua tercatat melakukan 4 kali penyelamatan penting didepan gawangnya. Sedangkan Airlangga berhasil mencatatkan dua gol, bahkan jika saja beberapa keputusan wasit tidak terlalu ketat, ia bisa saja menambah catatan golnya.

Kengototan Airlangga dinilai wasit yang memimpin pertandingan terlalu keras, sehingga peluit sering terdengar ketika pemain yang akrab disapa Ronggo ini berhasil memenangkan duel bersama lawan.

Saking kesalnya, ia menendang bola sekeras-kerasnya dan mengarah ke tempat duduk bench pemain yang saat itu ditempati para pengurus Persib, diantaranya H Umuh, H Dedi dan manajer Persib u21, Dadan Reza. Untung saja mereka dengan refleksnya dapat menghindar dari bola.

Walaupun lawannya adalah Persib under 21, namun penampilan para pemain muda ini memberikan harapan pada perjalanan Persib musim ini, paling tidak mereka bisa lebih dimatangkan dan diberi kesempatan untuk berkembang pada ajang Copa Indonesia.

source : simamaung.com


0 komentar:

Posting Komentar