Sabtu, 01 Mei 2010

Kepolisian Ultimatum Bobotoh

Pertandingan Persib melawan Persipura Jayapura pada Djarum Liga Super Indonesia (DLSI) 2009-2010, di Stadion Siliwangi, Minggu (2/5), menjadi laga penentuan nasib Persib bermarkas di stadion tersebut.

Jika bobotoh berbuat anarkistis dan menimbulkan kerusakan, baik di dalam maupun luar stadion, pihak kepolisian tidak akan mengizinkan lagi pertandingan di Stadion Siliwangi, bahkan di Jawa Barat. Padahal, setelah melawan Persipura, Persib menyisakan empat laga kandang melawan Persiwa, Sriwijaya FC, Persiba, dan PSM.

Hal itu diungkapkan Kabagop Polda Jawa Barat Komisaris Besar Muktiono dalam penandatanganan Pernyataan Bersama Bobotoh Persib se-Bandung Raya, di Aula Markas Besar Polwiltabes Bandung, Jln. Merdeka, Kamis (29/4) malam.

"Pencabutan izin sampai pertandingan berikutnya, tanpa batas waktu yang ditentukan. Demi Kota Bandung," kata Muktiono, yang disampaikan di depan 30 Ketua Distrik Viking dan 24 Ketua Korwil Bomber se-Bandung Raya.

Wakapolwiltabes Ajun Komisaris Besar Purwolelono, S.I.K. mengatakan, sanksi tersebut mutlak akan diterapkan sesuai hasil akhir pertandingan nanti. Namun, pihaknya akan melakukan analisis kerusakan apabila hal negatif itu terjadi. "Ya, ada revisi rapat kembali. Belum tentu sanksi itu meluas hingga ke pelarangan Persib bertanding di wilayah Jabar lainnya. Ya, dievaluasi lagi hasilnya. Dengan demikian, pertandingan Minggu nanti semoga aman dan tertib," tuturnya.

Purwo mengatakan, apabila Persib kalah dan bobotoh tidak bisa menerima kekalahan dengan lapang dada, tentu saja tidak usah menjadi suporter sepak bola. Apa pun hasilnya harus diterima, jangan dilampiaskan pada hal yang tidak diiinginkan.

Dengan komitmen bobotoh tersebut, kata dia, diharapkan 2 Mei nanti tidak dikotori dengan hal yang tidak diiinginkan. Siapa pun yang mengamankan pertandingan tidak dengan situasi emosional dan panas. "Malam ini samakan persepsi rekan-rekan Viking dan Bomber, tolong sampaikan kepada yang lainnya juga. Pertandingan diawali dengan tertib dan aman dan lancar. Tidak ada kekhawatiran masyarakat dan pihak keamanan," tuturnya.

Ia menambahkan, pada pelaksanaannya nanti, pihaknya akan menurunkan kekuatan 2.500 personel yang disebar di stadion, arus lalu lintas, dan tempat nonton bareng. Untuk di Siliwangi, akan mengerahkan 1.000-1.500 aparat keamanan.



Source: PR

0 komentar:

Posting Komentar