Pada konferesi pers yang digelar di kediaman Manajer Persib Bandung Haji Umuh Muhtar di daerah Kiaracondong Bandung, yang berlangsung Kamis malam 15 April 2010 jam 19.00 WIB, Pak Haji mengatakan kepada para wartawan bahwa dirinya berbicara dengan Jaya Hartono sekitar pukul 13.00. Mereka bertemu dengan itikad baik dan diakhiri dengan baik-baik pula.

Pada saat itu Jaya mengatakan akan membuat surat pengunduran diri sebagai pelatih Persib Bandung. Pak Haji hanya menduga ini akibat dari banyaknya tekanan terhadap Jaya.

Pak Haji mencoba untuk menenangkan Jaya dengan mengatakan sebaiknya Jaya tidak terburu-buru mengambil sikap tersebut dan bisa masih bisa dibicarakan, dan Pak Haji juga mencoba untuk menahan keinginan jaya tersebut. Akan tetapi nampaknya terlambat.

“Ia (Jaya) bilang sudah bicara dengan pihak keluarganya dan tadi bersama tim (Persib), Jaya mengumpulkan semuanya,” kata Umuh

Pak Umuh benar-benar kaget dengan keputusan Jaya ini dan langsung menghubungi pihak Konsorsium. Akan tetapi Pak haji sendiri tidak bisa menahan keinginan jaya tersebut.

“Kita saling doa saja. Bisa dikatakan Jaya juga tidak sepenuhnya gagal. Di Persib harus kuat karena Saya juga sering mengalami tekanan,” ungkap pak Haji.

Pak Umuh menuturkan bahwa beliau dan jaya sudah seperti keluarga. Besok Jaya akan berkunjung bersama keluarganya. Pak Haji mengatakan bahwa jika ini memang jalan yang terbaik bagi Jaya, Persib dan semua pihak, apa boleh buat.

Mengenai tim Persib sendiri, Pak Umuh menyerahkan segalanya kepada Robby Darwis selaku assisten pelatih Persib, termasuk masalah prosedur yang harus dijalankan sesuai aturan PT Liga Indonesia (PT LI).

“Sementara ini saya serahkan kepada Robby (Robby Darwis) tentang mekanisme dari BLI (PT LI) seperti apa. Karena disini Jaya mengundurkan diri bukan dipecat, jadi mekanisme lisensi-nya bagaimana,” terang pak Haji.

“Bisa saja Jaya masih didaftarkan sementara Robby yang memegang, namun istilahnya diistirahatkan. Aturan jika mundur maka kontrak putus jadi gaji dipertimbangkan untuk kebaikan. Nanti kita ada kemungkinan masih menggaji,” tambah pak Umuh panjang lebar.

Mengenai sisa kontrak dan surat pengunduran secara resmi, nanti akan dibicarakan lagi. Dan status Jaya adalah diistirahatkan.

Kemudian pak Haji mengeluarkan pendapatnya tentang pengunduran diri ini. Pak haji mengatakan bahwa dalam kehidupan suka atau tidak, pro dan kontra pasti selalu ada. Pak haji juga mengatakan bahwa tidak ada masalah pribadi dengan Jaya. Hanya mungkin Jaya tidak kuat menghadapi tekanan yang berkembang.

Mengenai tim Persib sendiri, mau tidak mau harus siap, karena hal ini sudah menjadi resiko sebuah tim sepakbola.

“Apapun resiko dan hasil Persib di LIga dan Copa (Piala Indonesia), kita harus siap menerimanya,” tutup Umuh Muhtar.

source : simamaung


0 komentar:

Posting Komentar