Selasa, 13 April 2010

Jaya dan Bobotoh Berdamai

Pelatih Persib Jaya Hartono telah berdamai dengan Agus Fajar, bobotoh yang sempat menjadi korban penamparan Jaya seusai pertandingan Persijap melawan Persib di Jepara, Sabtu (10/4). Semua itu karena salah paham, akibat Jaya Hartono tidak paham bahasa Sunda yang dilontarkan Agus.

"Secara pribadi saya meminta maaf yang sebesar-besarnya kepada semua bobotoh Persib, termasuk tim atas tindakan kasar dan emosional saya kepada bobotoh," kata Jaya dalam konferensi pers di Mes Persib Jln. A. Yani Kota Bandung, Senin (12/4).

Acara konferensi pers ini disaksikan oleh Wakil Direktur PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), Muhammad Farhan, Asisten Manajer Persib Dedy Firmansyah, Agus Fajar, Ketua Umum Viking Herru Djoko, dan sejumlah ofisial Persib. Sebelum acara ini digelar, Jaya dan Agus telah bertemu setelah difasilitasi Herru Djoko.

Jaya mengakui tindakan kasarnya yang menampar seorang bobotoh itu didasari karena tidak tahan lagi mendengar pemain Persib dan dirinya diejek-ejek selama di Jepara. Sejak Persib berlatih dan uji coba lapangan di Stadion Gelora Bumi Kartini, para pendukung Persijap sudah mengejek dirinya dan tim serta membuat situasi panas dan penuh tekanan.

Ia menceritakan saat pertandingan pun, pendukung Persijap yang berada di belakang bench terus-menerus meneriakkan ejekan yang membuat panas. Padahal menurut dia, bench pemain seharusnya tenang. Selain itu kualitas wasit yang memimpin juga banyak merugikan Persib selaku tim tamu.

"Saya tidak mau menyalahkan wasit, tetapi saat itu situasi yang ada membuat saya sangat panas dan emosional termasuk manajer juga dan kondisi itu berlanjut hingga tim naik ke bus," kata Jaya.

Saat rombongan sudah di bus, Jaya yang sebelumnya tidak menghiraukan teriakan penonton Persijap dan bobotoh mengaku dirinya tidak tahan lagi saat mendengar Markus dan pemain lainnya dihina. "Saya tak tahan lagi mendengar hinaan, dan melindungi pemain. Makanya saya turun dan melihat Agus (salah seorang bobotoh) memaki-maki saya dan pemain. Secara spontan saya yang sedang emosional melayangkan tangan ke mukanya," ucap Jaya.

Atas tindakan emosionalnya itu Jaya yang dalam latihan Persib Senin (12/4) tugasnya digantikan oleh Asisten Pelatih Robby Darwis kembali memohon maaf kepada semua bobotoh.

Sementara bobotoh yang menjadi korban, Agus Fajar (39) juga mengaku merasa bersalah dan meminta maaf karena membuat Jaya dan bobotoh bersitegang.

Ia menceritakan, saat itu sebenarnya dirinya sedang memarahi dan membalas ejekan pendukung Persijap. Ketika Jaya turun dari bus, posisi dia paling depan. Agus sempat menirukan ucapan suporter Persijap yang menghina Markus dengan bahasa Sunda kepada Jaya. Namun, dikira Jaya, Agus yang menghina Markus, sehingga marah dan berusaha menampar dirinya. "Saya memang refleks menghindar tamparan pelatih dan balik menendang dia. Akan tetapi setelahnya saya menyesal kenapa saya melakukan hal itu. Padahal saya adalah bobotoh setia, tetapi Pelatih Jaya keburu naik bus," katanya.

Agus yang selalu setia mendukung Persib mengaku tidak bisa tidur karena anaknya yang ikut menonton di Jepara terus-menerus memarahi dirinya. "Saya digoblok-goblok sama anak saya, karena memberi contoh yang buruk kepadanya," ujarnya.

Diakui Agus, dirinya tidak kapok menjadi bobotoh persib. "Saya pendukung setia Persib, menang atau kalah saya tetap dukung Persib," ujarnya menjelaskan.

Sementara itu di lapangan Persib, Robby Darwis memimpin anak-anak "Maung Bandung" melakukan latihan dari awal hingga selesai. Sejumlah bobotoh yang tidak melihat Jaya Hartono hadir di lapangan sempat membentangkan spanduk yang bertuliskan "Robby & Yusuf for Persib" sebagai tanda kekecewaan kepada Jaya Hartono dan dukungan kepada Asisten Pelatih Persib Robby Darwis dan Yusuf Bachtiar.

Source: PR



0 komentar:

Posting Komentar