Selasa, 11 Agustus 2009

PT PBB Tak Terima Sumbangan

Dirut PT Persib Bandung Bermartabat (PT PBB) H Umuh Muhtar menegaskan, untuk saat ini pihaknya tidak akan menerima sumbangan dalam bentuk apa pun. Sebab PT PBB telah memiliki program bisnis yang jelas untuk membiayai keikutsertaan tim Persib di pentas Liga Super Indonesia (LSI) 2009-2010.

Salah satu program yang akan segera di-launching adalah asuransi kecelakaan dan jiwa. Dalam program ini, kata Umuh, bobotoh atau siapa pun yang peduli kepada Persib bisa mendapatkan sebuah kartu anggota (member card). Kartu anggota Persib ini berbiaya Rp 100 ribu per tahun.


Mereka yang memiliki kartu anggota ini jika mengalami kecelakaan bakal mendapatkan santunan sebesar Rp 2,5 juta. Sedangkan jika meninggal dunia mendapatkan santunan Rp 5 juta. Uang Rp 100 ribu yang dibayarkan oleh anggota per tahun itu, semuanya masuk ke kas Persib untuk membiayai tim Persib.

"Kami tidak mau menerima sumbangan karena tidak ingin terbebani. Untuk itu kami segera akan mengeluarkan program semacam asuransi. Dengan demikian kami tidak sekadar mengumpulkan uang begitu saja tapi juga memberikan kontribusi berupa santunan kepada pemegang kartu anggota," terang Umuh, Senin (10/8).

Menurut Umuh, program ini murni inisiatif PT PBB dan berbeda dengan program dari BNI Life. "Kalau BNI Life pembayarannya Rp 100 ribu per bulan. Ini semacam asuransi kesehatan dan program dari BNI Life itu tetap berjalan," tandas Umuh.

Penegasan dari Umuh soal program PT PBB ini sekaligus mementahkan rencana Viking Persib Fans Club yang dimotori Ayi Beutik cs. Sebelumnya Ayi Beutik cs menggelar jumpa pers di Graha Dukomsel, Bandung, untuk menyampaikan rencana penggalangan dana bagi Persib.
Dalam program yang disampaikan Penasehat Viking Persib Fans Club Indra Bigwanto dan Sekretaris Budi Bram, disebutkan mulai hari ini bakal ada pemutihan anggota Viking. Selanjutnya anggota Viking diwajibkan melakukan pendaftaran ulang.

Pendaftaran ulang ini dikenai biaya Rp 25 ribu. Dari uang sebesar ini, Rp 10 ribu digunakan untuk biaya administrasi, sedangkan sisanya atau Rp 15 ribu bakal disumbangkan ke PT PBB. Indra dan Bram mengaku, rencana ini telah mendapat persetujuan secara lisan dari Umuh. Namun saat dikonfirmasi, Umuh justru mengaku belum pernah menyetujuinya.

"Prinsipnya kami tidak mau menerima sumbangan karena tidak ingin terbebani dan juga tidak ingin memberatkan bobotoh. Makanya kami membuat program semacam asuransi. Dengan memberikan santunan, berarti kami pun memberikan kontribusi untuk bobotoh," tutur Umuh.

0 komentar:

Posting Komentar